
Modal APBD Rp1,1 Miliar Berbuah Rp50 Miliar, Strategi Genius Bupati Sumedang Diapresiasi Pusat!
SUMEDANG Lensadeteksi.my.id Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumedang bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang sukses menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan meraih penghargaan bergengsi Grand BAZNAS Award 2026. Penghargaan dengan kategori Bupati Pendukung Zakat Terbaik ini diserahkan langsung oleh Pimpinan Bidang Organisasi dan Pembinaan Daerah BAZNAS RI, Saidah Sakwan, kepada Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir, dalam ajang yang berlangsung di Grand Mercure Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Pencapaian luar biasa ini menjadi bukti nyata dari komitmen kuat Pemkab Sumedang dalam mendukung pengelolaan zakat di wilayahnya. Salah satu langkah strategis yang diapresiasi adalah pengalokasian anggaran APBD sebesar Rp1,1 miliar. Dukungan regulasi dan anggaran tersebut terbukti menjadi stimulus besar yang berhasil mendorong total penghimpunan dana umat oleh BAZNAS Sumedang hingga mendekati angka Rp50 miliar.
Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir, menyampaikan bahwa penghargaan ini didedikasikan untuk seluruh masyarakat Sumedang yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya secara resmi. “Dukungan APBD ini dirancang agar pengelolaan zakat di Sumedang memiliki dampak sosial-ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat. Kalau BAZNAS sudah terpercaya, saya yakin masyarakat akan datang dengan kesadaran sendiri untuk menunaikan zakat,” tuturnya.
Transformasi Digital dan Penguatan Ekonomi Mustahik
Selain prestasi di tingkat nasional, BAZNAS Sumedang juga terus bertransformasi untuk menjaga kepercayaan publik (public trust). Ketua BAZNAS Kabupaten Sumedang, H. Ayi Subhan Hafas, menegaskan bahwa saat ini sistem pengelolaan zakat di Sumedang telah menerapkan teknologi berbasis elektronik digital. Melalui sistem ini, seluruh arus masuk dan penyaluran dana zakat, infak, serta sedekah dapat dipantau secara transparan dan akuntabel, memastikan bantuan jatuh ke tangan yang tepat.
“Kami mengedepankan asas transparansi dan akuntabilitas. Digitalisasi sistem ini adalah komitmen kami agar para muzaki (pemberi zakat) bisa melihat langsung dampak nyata dari dana yang mereka percayakan kepada kami,” ujar H. Ayi Subhan Hafas.
Tidak berhenti di sektor tata kelola, BAZNAS Sumedang di bawah kepemimpinan H. Ayi Subhan Hafas juga bergerak progresif dalam pemberdayaan ekonomi riil. Pada awal Oktober 2026, BAZNAS Sumedang resmi meluncurkan Program Lumbung Pangan di sektor pertanian.
Program pemberdayaan ekonomi mustahik (penerima zakat) ini memanfaatkan lahan pertanian produktif seluas 50 hektar khusus untuk komoditas jagung. Sebanyak 50 petani lokal dilibatkan langsung dalam program ini, mulai dari pembibitan, pendampingan teknologi tani, hingga akses pasar. Langkah konkret ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan tingkat desa sekaligus mengangkat kesejahteraan para petani kecil di Sumedang.
Ke depan, BAZNAS Sumedang berkomitmen untuk mengarahkan penyaluran zakat produktif pada sektor penuntasan kemiskinan ekstrem, memperluas beasiswa pendidikan bagi keluarga prasejahtera, serta memberikan respons cepat untuk bantuan darurat lansia. Informasi program kerja dan saluran donasi resmi dapat diakses publik melalui situs resmi BAZNAS Kabupaten Sumedang.***
