Agustus 23, 2026

BAZNAS Sumedang Salurkan Rp1,41 Miliar ZIS Sepanjang Juli 2026

SUMEDANG —Lensadeteksi.my.id Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumedang menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebesar Rp1.410.518.000 sepanjang Juli 2026.

Dana tersebut disalurkan kepada 1.986 penerima manfaat melalui lima program utama BAZNAS Sumedang, yakni Sumedang Peduli, Sumedang Takwa, Sumedang Cerdas, Sumedang Sehat, dan Sumedang Makmur.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sumedang, H. Ayi Subhan Hafas, mengatakan penyaluran ZIS diarahkan agar manfaat dana umat dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan penerima manfaat.

“Dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat harus dikelola dan disalurkan dengan sebaik-baiknya, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi para penerima manfaat,” ujar Ayi.

Dari total penyaluran tersebut, program Sumedang Peduli mendapat alokasi terbesar, yakni Rp739.942.600 atau sekitar 52 persen dari total dana. Program ini menjangkau 1.083 penerima manfaat.

Menurut Ayi, besarnya penyaluran melalui Sumedang Peduli menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan sosial masyarakat masih menjadi salah satu perhatian utama dalam pengelolaan dana ZIS.

Selanjutnya, program Sumedang Takwa menyalurkan Rp311.455.500 atau sekitar 22 persen kepada 263 penerima manfaat. Program tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan dan pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat.

Sementara di bidang pendidikan, Sumedang Cerdas menyalurkan Rp223.073.900 atau sekitar 16 persen kepada 279 penerima manfaat.

“Pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam membangun masa depan. Karena itu, dukungan kepada masyarakat di sektor pendidikan diharapkan tidak hanya membantu kebutuhan hari ini, tetapi juga membuka peluang yang lebih baik bagi penerima manfaat ke depan,” kata Ayi.

Untuk sektor kesehatan, program Sumedang Sehat menyalurkan Rp109.216.000 atau sekitar 8 persen kepada 339 penerima manfaat.

Adapun program Sumedang Makmur mendapat alokasi Rp26.830.000 atau sekitar 2 persen untuk 22 penerima manfaat. Program ini memiliki orientasi pemberdayaan ekonomi dengan mendorong penerima manfaat agar memiliki kapasitas untuk meningkatkan kemandirian ekonominya.

Ayi menegaskan, pengelolaan dana ZIS tidak berhenti pada proses penghimpunan dan penyaluran. BAZNAS juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan dana yang dipercayakan masyarakat memberikan dampak yang terukur.

“Kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus kami jaga. Karena itu, pengelolaan zakat harus dilakukan secara profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Ia menyebut, penyaluran melalui lima program tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS Sumedang menjawab beragam kebutuhan masyarakat, mulai dari bantuan sosial, keagamaan, pendidikan, kesehatan hingga pemberdayaan ekonomi.

Dengan penyaluran mencapai lebih dari Rp1,4 miliar dalam satu bulan dan menjangkau hampir 2.000 penerima manfaat, BAZNAS Sumedang berharap dana umat dapat terus menjadi instrumen yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Harapannya, zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat melalui BAZNAS semakin memberikan manfaat dan mampu ikut mendorong kesejahteraan masyarakat Sumedang,” pungkas Ayi.

Berita Terkait