Oktober 19, 2026

Baznas Sumedang Luncurkan Program Lumbung Pangan, 50 Petani Garap 50 Hektare Jagung

SUMEDANG Lensadeteksi.my.id Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumedang meluncurkan Program Lumbung Pangan pada Jumat (2/10/2026). Program ini memfasilitasi 50 petani lokal untuk menggarap lahan produktif seluas 50 hektare yang difokuskan pada budidaya jagung.

Peluncuran digelar di Kantor Baznas Kabupaten Sumedang. Hadir Direktur Pemberdayaan Baznas RI Agus Siswanto, Wakil Ketua Baznas Provinsi Jawa Barat, Ketua Baznas Kabupaten Sumedang H. Ayi Subhan Hafas, dan Asisten Daerah Administrasi Umum Setda Sumedang Rohana.

Mustahik Didampingi hingga Mandiri

Ayi Subhan Hafas menegaskan, misi utama program ini adalah mentransformasi mustahik (penerima zakat) menjadi pelaku ekonomi yang mandiri. Baznas tidak sekadar membagikan bantuan, tetapi juga menerjunkan tim untuk mendampingi petani secara menyeluruh.

“Kami menyalurkan dana umat untuk program berkelanjutan. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk dakwah nyata kepada para muzaki (pembayar zakat) bahwa dana mereka betul-betul produktif,” ujar Ayi.

Ia menjelaskan, Baznas menerapkan pola pendampingan berkelompok. Intervensi dilakukan pada seluruh proses produksi, mulai dari penyediaan bibit, pupuk, dan sarana produksi pertanian hingga pengawasan masa panen. Pengawalan berlangsung dari awal sampai akhir agar petani dapat kembali menanam pada musim berikutnya.

Pemkab dan Baznas RI Dorong Ekosistem Pertanian

Pemerintah Kabupaten Sumedang menyatakan dukungan penuh. Mewakili Bupati Sumedang, Rohana menilai program ini sejalan dengan agenda daerah dalam membangun ketahanan pangan.

“Pemerintah daerah ingin mendorong para mustahik agar naik kelas menjadi pelaku usaha pertanian yang tangguh. Dengan lahan seluas 50 hektare, program ini memiliki potensi ekonomi yang sangat besar,” tegas Rohana.

Rohana mengingatkan pentingnya ekosistem usaha pertanian yang utuh. Keberhasilan program, menurutnya, bergantung pada peningkatan kapasitas petani, tata kelola kelompok, strategi pemasaran, hingga pengembangan produk turunan jagung agar nilai tambahnya maksimal.

Agus Siswanto menyoroti pentingnya asesmen awal. Merujuk pada keberhasilan Program Lumbung Pangan di Kabupaten Garut dan Sukabumi, ia menyimpulkan bahwa pendampingan lapangan menjadi kunci.

“Tanpa pendampingan yang intensif, program seperti ini berisiko gagal. Oleh sebab itu, kami wajib memetakan kesiapan dan motivasi 50 petani penerima manfaat ini sejak awal,” ungkap Agus.

Agus juga mendorong integrasi Lumbung Pangan dengan program pemberdayaan Baznas lainnya, seperti peternakan dan UMKM. Ia mengajak seluruh ASN dan masyarakat Sumedang menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar dampaknya kian luas.

Pada acara yang sama, Baznas Sumedang menggelar mini exhibition yang memamerkan sejumlah program unggulan. Pengunjung dapat melihat UMKM binaan, antara lain pedagang surabi, coffee shop, dan produk karya penyandang disabilitas, serta program Z-Mart, Z-Auto, Balai Ternak, Baznas Tanggap Bencana, dan layanan kesehatan.***

Berita Terkait