
SUMEDANG – Musibah kebakaran melanda bangunan Aula Pondok Pesantren An-Nur yang berlokasi di wilayah RW 19, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang. Peristiwa yang menghanguskan struktur atap bangunan tersebut diduga kuat dipicu oleh rambatan api dari aktivitas pembakaran sampah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kobaran api dengan cepat merembet dan melalap bagian atas aula pesantren. Rangka atap bangunan beton bernuansa hijau tersebut dilaporkan runtuh total ke lantai setelah diamuk si jago merah.
Mendapat laporan dari warga, Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pemadam Kebakaran Wilayah Kota Sumedang langsung menerjunkan armada serta tim gabungan Pemadam dan Penyelamatan (Rescue) ke lokasi kejadian. Petugas bergerak cepat melakukan lokalisir area guna mencegah lidah api merembet ke bangunan utama pesantren maupun area perkebunan di sekitarnya.
Setelah melalui perjuangan keras, petugas Damkar berhasil menjinakkan api utama. Personel gabungan berseragam biru dan oranye tampak bahu-membahu di area puing-puing bangunan untuk melakukan proses pendinginan (cooling down) guna memastikan tidak ada lagi sisa bara api tersembunyi yang berpotensi menyala kembali.
Dugaan sementara, api pertama kali muncul akibat kelalaian dari adanya pembakaran sampah atau barang bekas di kebun yang terletak persis di sebelah area pondok pesantren. Embusan angin dan material yang mudah terbakar membuat api dengan cepat meloncat ke atap aula.

Merespons bencana ini, Lurah Kelurahan Situ, Hulaemi, S.Sos., bersama jajaran aparat kepolisian dari Polsek Sumedang Utara langsung turun meninjau lokasi kejadian. Kehadiran otoritas setempat ditujukan untuk memimpin koordinasi penanganan dampak pascabencana, mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), serta mendata total kerugian materiil yang dialami oleh pihak yayasan pondok pesantren.
Pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini, lantaran evakuasi santri dan pengurus pesantren langsung dilakukan secara sigap saat api mulai membesar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian bersama kelurahan masih melakukan asesmen mendalam di lapangan terkait total nilai kerugian materiil. Beruntung, kesigapan warga sekitar dan respons cepat tim Damkar Sumedang membuat situasi di lokasi kini telah berhasil dikendalikan secara total.**
