Oktober 20, 2026

Hadapi Musim Kemarau, Peternak Binaan BAZNAS Sumedang Sukses Terapkan Inovasi Pakan Alternatif dan Pertanian Sirkular

SUMEDANG, 27 September 2026 – Kelompok peternak mustahik yang tergabung dalam Balai Ternak BAZNAS Jati Mekar, Desa Cijeungjing, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, sukses menghadapi tantangan musim kemarau ekstrem melalui penerapan inovasi pakan alternatif dan konsep pertanian sirkular (zero waste). Langkah ini terbukti efektif dalam menjaga produktivitas ternak sekaligus menekan biaya operasional di tengah keterbatasan pakan hijauan alami.

Salah satu inovasi yang diterapkan dipelopori oleh Erwin, peternak binaan BAZNAS di pesisir Waduk Jatigede. Memanfaatkan fenomena surutnya air waduk, Erwin mengolah tanaman jagung hibrida yang mengalami gagal panen akibat kekurangan air menjadi pakan tambahan alternatif. Langkah kreatif ini berhasil menyelamatkan pemenuhan nutrisi harian bagi 12 ekor ternak miliknya tanpa harus mengeluarkan biaya ekstra untuk pakan pabrikan.

“Tanaman jagung yang tidak berbuah optimal tidak dibuang menjadi limbah, melainkan dicacah dan diolah secara rutin. Hasilnya, kebutuhan pakan harian ternak tetap terpenuhi dengan baik dan kesehatan hewan terjaga di tengah cuaca panas,” ujar Erwin.

Tidak hanya pakan alternatif, inovasi berbasis lingkungan juga sukses dijalankan oleh Carya, anggota kelompok peternak lainnya. Ia menerapkan konsep pertanian sirkular dengan mengolah limbah kotoran domba (kohe) dari komplek Balai Ternak menjadi pupuk organik bermutu tinggi. Hasil olahan tersebut kini digunakan sebagai media tanam utama untuk mendukung proses pembibitan 2.500 bibit tanaman lokal. Sinergi ini tidak hanya menjaga kebersihan dan sanitasi area kandang, tetapi juga memberikan nilai ekonomi baru bagi para petani dan peternak sekitar.

Manajemen pemeliharaan di Balai Ternak BAZNAS Sumedang kini juga semakin terukur. Para peternak secara disiplin menerapkan teknologi tepat guna, mulai dari penggunaan rak peniris rumput hasil inovasi peternak Udin Samsudin untuk menjaga kadar air hijauan, pemberian air minum bergaram secara berkala untuk menjaga imunitas tubuh hewan, hingga pemanfaatan tanaman bernutrisi tinggi jenis Indigofera oleh peternak Rudi guna mempercepat pertumbuhan bobot fisik ternak secara optimal.

Melalui pendampingan yang intensif dari BAZNAS RI dan sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang, Balai Ternak Jatigede berkomitmen untuk terus mencetak peternak mustahik yang mandiri, adaptif terhadap perubahan iklim, serta mampu bertransformasi menjadi muzaki (pemberi zakat) di masa depan.

Berita Terkait