Februari 22, 2026

Diduga Ada Penyelewengan dan Mark Up Program MBG di Tomo:  Hingga Keterlibatan Oknum Pejabat Sumedang Jadi Sorotan

SUMEDANG,  Lensadeteksi.my.id    Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi angin segar bagi peningkatan gizi siswa, kini justru menuai polemik di wilayah Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang. Investigasi lapangan menemukan fakta miris terkait kualitas makanan yang jauh dari standar sehat, hingga mencuatnya nama oknum pejabat daerah di balik pengelolaan dapur penyalur.

Menu Tak Layak: Dari Roti Hingga Buah tidak layak di konsumsi
Pada Sabtu (24/01/2025), sejumlah siswa Sekolah Dasar di wilayah Desa Tomo menerima paket MBG yang memprihatinkan. Alih-alih mendapatkan makanan padat gizi (nasi, protein, dan sayur), para siswa hanya menerima satu kotak susu kemasan kecil, roti kecil, lima biji lengkeng, dan beberapa potongan buah melon yang sudah membusuk dalam kemasan plastik.

Estimasi nilai paket tersebut ditaksir hanya berkisar Rp7.000,00, sangat jauh dari alokasi anggaran yang ditetapkan pemerintah. “Kondisi melon sudah berlendir dan berbau, ini bukan memberi gizi, tapi risiko penyakit bagi anak-anak,” ujar salah satu perwakilan orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya.

Dapur MBG Diduga Milik  Anggota DPRD Kabupaten Sumedang
Hasil penelusuran tim media mengarah pada sebuah Dapur MBG yang berlokasi di Dusun Cariang, Desa Darmawangi, Kecamatan Tomo. Berdasarkan konfirmasi dari pihak Kecamatan Tomo dan Aparat Desa Tomo  pengelolaan dapur yang menyalurkan makanan ke ratusan siswa SD dan SMP di wilayah tersebut  berada di bawah tanggung jawab Ibu TD, anggota Dprd Sumedang

Keterlibatan pejabat struktural dalam proyek pengadaan ini memicu dugaan adanya benturan kepentingan (conflict of interest) dan praktik nepotisme dalam penunjukan vendor.

Bungkam Seribu Bahasa
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola Dapur MBG di Desa Darmawangi belum memberikan tanggapan.  tidak mendapatkan respon. Bahkan, upaya pihak kecamatan untuk memfasilitasi pertemuan langsung dengan pemilik dapur selalu menemui jalan buntu.

Saat dikomfirmasi  terkait pemberitan di salah satu media online via WA  bu TD memberikan jawaban bahwa buah Melon bukan Busuk tapi istilahnya BASI dan estimasi harga itu bukan RP 7000 tapi Rp 8000.””” Nilai itu 8 rb kang dan salah klo melon busuk itu salah
Aya oge basi”””jawabnya
Masyarakat sudah mengetahui .apalagi lagi Gubernur Jawa Barat dan Kepala BGN menegaskan Orang tua  siswa bisa memposting di medsos dan Melaporkan apabila estimasi Harga MBG di bawah Rp 10.000..

Masyarakat mendesak agar Badan Gizi Nasional dan aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan audit investigatif. Apalagi ini sudah ada pengakuan dari penanggungjawab /pemilik Dapur bahwa estimasi Harga hanya  Rp 8000.Jika ditemukan unsur mark-up anggaran dan kelalaian keamanan pangan, pihak-pihak terkait harus diseret ke ranah hukum sesuai amanat Presiden terkait pengawasan ketat program strategis nasional ini…saat di hubungi ketua tim pengawas MBG Sumedang belum memberikan jawaban terkait temuan media di wilayah Tomo..kita tunggu tim pengawas  MBG Sumedang apa yang akan di lakukan ***Timred

Berita Terkait